Minggu, 28 Juni 2009

tafsir al-quran

"Sesungguhnya Al-Quraan ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara, tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan."

Pendahuluan

Sebelumnya, patut diketahui bahwa seluruh materi yang termuat dan akan terus dimuat dalam rubrik tafsir ini adalah rangkuman pelajaran tafsir Al-Quran untuk para pemula yang disajikan oleh Al-Allamah Hujjatul Islam wal Muslimin Syekh Muhsen Qiraati. Qiraati adalah ahli tafsir dari Iran yang sejak masa muda hingga usia kira-kira setengah abad sekarang banyak menghabiskan waktunya untuk kegiatan menulis dan berceramah di berbagai majlis pengajian ilmiah yang beliau adakan.

Tak seperti umumnya ulama, dalam berceramah Qiraati yang membidangi ilmu tafsir ini memiliki retorika khas yang mudah dicerna oleh para audennya. Untuk itu, tak jarang beliau menyisipi keterangannya dengan humor-humor cerdas yang menambah gairah dan konsentrasi audennya. Kelebihan inilah yang membuat Muhsen Qiraati yang pernah berkunjung ke Indonesia dan Malaysia ini tercatat dalam jajaraan ulama dan dai yang popular di tengah masyarakat sehingga pengajian-pengajian beliau selalu dipadati peminatnya yang mencakup kalangan tua dan muda, pria dan wanita dari berbagai elemen masyarakat.

Dengan membaca tafsir yang dirangkum dari transkip pelajaran tafsir beliau untuk para pemula, kami harap anda dapat menemukan nuansa-nuansa baru makrifat Qurani dengan pendekatan yang mudah dan sederhana, namun berbobot. Untuk itu mari kita selami kandungan suci Al-Quran dengan memulainya dari tafsir surah yang sudah lama kita hafal dan kita baca dalam setiap solat lima rakaat yaitu, surah Alfatihah.

Di dunia modern dan era industri setiap produk semisal lemari es dan televisi oleh desainer dan produsennya selalu disertai dengan buku petunjuk pemakaian dan perawatan untuk diberikan kepada para pembeli dan konsumennya. Buku ini memuat rincian tentang bagian luar dan dalam peralatan tersebut, juga cara penggunaan yang benar, hal-hal yang berbahaya bagi alat itu, dan sebagainya, agar konsumen dapat mempelajari dan memanfaatkannya dengan baik dan benar, juga agar mereka dapat menghindari pantangan tertentu yang akan membuat barang tersebut cepat rusak.

Manusia adalah perangkat yang sangat canggih yang telah diciptakan oleh Zat Yang Maha Pencipta lagi Maha Kuasa. Sedemikian rumitnya struktur tubuh dan jiwa kita sehingga kita tidak mampu mengenali hakikat diri kita sendiri, juga jalan kebahagiaan kita. Dari satu sisi, apakah kita ini lebih kecil dibanding dengan lemari es dan televisi, yang para perancang dan penciptanya berkewajiban menyertakan buku petunjuknya, sedangkan Pencipta kita tidak perlu menyajikan sebuah buku petunjuk kecil untuk kita?!! Apakah kita tidak memerlukan buku petunjuk, yang menjelaskan keistimewaan-keistimewaan tubuh dan jiwa manusia, yang menerangkan segala kemampuan dan potensi-potensi yang telah diciptakan dalam wujudnya, dan menyebutkan cara-cara yang benar dalam penggunaan semua itu?

Text Box: Yang lebih penting dari semuanya ialah penjelasan tentang bahaya-bahaya yang mengancam tubuh dan jiwa manusia, serta sumber-sumber kebinasaan dan kesengsaraannya secara terperinci? Dapatkah diterima, Allah yang menciptakan kita atas dasar rahmat dan mahabbah, lalu melepaskan kita begitu saja tanpa menerangkan jalan kebahagiaan dan cara mencapai kesejahteraan bagi kita? Al-Quran adalah ibarat sebuah buku petunjuk tentang manusia yang Allah kirimkan.

Di dalam kitab petunjuk inilah Allah SWT menerangkan jalan kebahagiaan dan kesejahteraan, juga faktor-faktor kebinasaan dan kesengsaraan manusia. Hubungan baik kekeluargaan dan kemasyarakatan, masalah-masalah hukum dan akhlak, keperluan-keperluan jiwa dan raga, tugas-tugas individu dan sosial, adat istiadat yang benar dan yang menyimpang di dalam masyarakat manusia, perintah-perintah dan undang-undang keuangan serta perekonomian, dan berbagai topik lain yang berperan di dalam kebaikan atau kerusakan individu dan masyarakat, semua ini dijelaskan di dalam Kitab ini. Meskipun di dalam Al-Quran disebutkan juga kisah-kisah tentang kaum-kaum terdahulu, berbagai peristiwa peperangan dan pertempuran, sejarah kehidupan manusia-manusia, baik lelaki maupun perempuan, namun Al-Quran bukanlah sebuah buku cerita, melainkan kitab pelajaran bagi kehidupan kita saat ini. Oleh karena itu nama kitab ialah Al-Quran yang berarti bacaan. Sebuah kitab yang harus dibaca; hanya saja bukan sekedar dibaca dengan lidah, sebagaimana kitab pelajaran di sekolah-sekolah dasar. Ia adalah Kitab yang harus dibaca disertai dengan tafakkur dan tadabbur atau penghayatan, sebagaimana yang diminta oleh Al-Quran itu sendiri.

Tujuan pembahasan kita ini ialah mengupas ajaran-ajaran Al-Quran Karim dalam bentuk terjamah dan penjelasan agar ketika membaca Al-Quranul Karim, Anda juga dapat mengambil manfaat darinya untuk kehidupan di dunia. Kini marilah kita menghadapkan diri kita kepada Al-Quran, dan kita buka halaman pertama Kitab samawi ini. Surah pertama Al-Quranul Karim ialah Fatihatul Kitab. Di kalangan umum Surah ini dikenal dengan nama Surah Al-Hamdu. Oleh karena Al-Quranul Karim diawali oleh Surah ini, maka Surah ini pun dinamai Fatihatul Kitab yang artinya pembuka kitab.

Kedudukan penting Surah yang tak memiliki lebih dari tujuh ayat ini tergambar dalam kewajiban membacanya dua kali di dalam setiap salat yang kita lakukan, dan salat akan batal tanpa membacanya. Surah yang merupakan pembukan Kitab Allah ini sendiri dimulai dengan sebuah ayat dimana setiap pekerjaan yang tidak didahului oleh ayat ini, maka pekerjaan tersebut tidak akan membawa kebaikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar